KabarLiputan.id, ACEH TIMUR - Samijo, petani sawit, yang juga penerima mamfaat dari program peremajaan sawit rakyat (PSR) tahun 2023, mengajak awak media kekebun miliknya di Gampong Bukit Tiga, kecamatan peunaron, pada Minggu (09/02/2025).
Samijo ingin menunjukan, dua hetar lebih lahan sawit miliknya kepada awak media kabarliputan.com.
Dirinya mengaku di lahannya, telah di tanami sawit sekitar 260 batang, dengan usia tanam 21 bulan.
Selama pasca tanam, kata Samijo, banyak mendapat pengalaman dan bantuan dari Koperasi Unit Desa Sejahtera, yang membimbing dirinya dan pukuhan petani sawit di Peunaron.
"Setelah dibersihkan dan ditanami sawit oleh koperasi, kami petani terus di bimbing merawat sawit berkualitas, semua dana di tanggung koperasi dan bahkan kami banyak menerima bantuan pelaratan pertanian, bibit palawija, armada angkutan.banyak petani melakukan tanaman tumpangsari selama masa perawatan sawit dan itu di anjurkan oleh koperasi, pungkas Samijo.
Samijo menceritakan dirinya tetap berpenghasilan, selama sawitnya belum produktif, karena kebun miliknya ditanami pisang dan palawija disela sela barisan sawit.
"Jadi sebelum sawit produktif, kami tetap ada pemasukan dari hasil pisang atau sayuran, untuk kebutuhan harian, apalagi ini sawit sudah mulai berbuah pasir, sudah bisa jual brondol, kata Samijo.
Samijo menyebutkan jika bibit pisang yang di tanami di kebunnya juga bantuan dari Koperasi. "Kita mau pilih tanaman palawija apa, padi, cabai kacang atau padi darat. di bantu koperasi, kata pihak koperasi agar petani tetap berpenghasilan dan lahan sawit tidak tumbuh semak belukar, kata Samijo.
Samijo mengaku jika sawit yang ditanami koperasi dari program PSR sudah mulai menampakkan hasil alias berbuah kondisi itu membuat puluhan petani semringah.