• Rabu, 8 Juli 2026

Pembangunan Jalan Lintas Aceh Timur Gayo Lues Memutus Lintasan Hewan

Photo Author
Jamadon, Kabarliputan.id
- Minggu, 16 Februari 2025 | 06:50 WIB
Penampakan harimau turun ke jalan di ruas jalan penghubung Kecamatan Serba Jadi Lokop Aceh Timur - Gayo Lues, menghampiri mobil pengendara dari Gayo Lues menuju Lokop, Rabu (12/2/2025).
Penampakan harimau turun ke jalan di ruas jalan penghubung Kecamatan Serba Jadi Lokop Aceh Timur - Gayo Lues, menghampiri mobil pengendara dari Gayo Lues menuju Lokop, Rabu (12/2/2025).


KabarLiputan.id, Aceh Timur - Harimau Lakukan Protes turun ke jalan. Sepanjang pembangunan jalan lintas Pereulak-Lokop Aceh Timur hingga Gayo Lues tahun 2023-2024 tidak memperhatikan kekayaan alam hayati.
Mirisnya selama pembangunan tersebut tidak ada pihak yang menyuarakan agar pemerintah dan pelaksana kerja membangun jalur khusus satwa atau "Geenting.





Karena jalur satwa yang terputus atau tertutup bangunan jalan, membuat hewan yang menjadi habitat asli kawasan hutan sekitar, sering keluar ke jalan aspal, bahkan tersesat ke pemukiman dan terancam punah karena tertabrak atau terlindas kendaraan atau bekomflik dengan manusia.





Ditambah kurangnya perhatian pemerintah atau pihak terkait terhadap keanekaragaman hayati, membuat hewan yang menjadi penghuni kawasan hutan Lokop-Pinding semakin terancam populasinya.





Lanjut Baca Halaman 2:>>









Hewan memilik jalur atau rute tersendiri, biasanya rute di sebut, Geenting. geenting, merupakan jalan lokasi hewan melintas, seluruh hewan yang ada dalam satu kawasan hutan, tetap menggunakan Geenting untuk bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain, jadi pembangunan jalan lintas Pereulak-Lokop Aceh Timur dan Gayo Lues telah memutuskan lintasan hewan "Geenting.





Warga lokal biasanya mengetahui titik Geenting ini, yang panjangnya ratusan kilometer dalam kawasan hutan, Geenting atau jalur lintasan hewan ini, aktip di lintasi bahkan sebelum kawasan itu di bangun jalan sampai saat ini Minggu (16/2/2024)





Fenomena ini merupakan kelemahan pemerintah Aceh dan dinas terkait dan seluruh stakeholder, karena kurang teliti melakukan pengkajian, sehingga merusak jalur satwa, merugikan mahluk lain, hal ini harus menjadi perhatian semua pihak, dengan kembali membangun jalur satwa di kawasan itu, sehingga para hewan dalam kawasan itu tidak melakukan, terhadap ulah pemangku kepentingan.


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jamadon

Tags

Terkini

X