• Rabu, 8 Juli 2026

Bupati Al-Farlaky Cek Stok Bahan Pokok di Pasar Peureulak, dan Cek SPBU, Ini Temuannya

Photo Author
Redaksi, Kabarliputan.id
- Kamis, 27 Maret 2025 | 21:43 WIB
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky meninjau meninjau pasar Peureulak, Kamis (27/3/2025). Kunjungan Bupati ke pasar ini, untuk mengantisipasi lonjakan harga, serta memastikan kestabilan harga dan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) di pasaran jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky meninjau meninjau pasar Peureulak, Kamis (27/3/2025). Kunjungan Bupati ke pasar ini, untuk mengantisipasi lonjakan harga, serta memastikan kestabilan harga dan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) di pasaran jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.


KabarLiputan.id, ACEH TIMUR - Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky meninjau meninjau pasar Peureulak, Kamis (27/3/2025).
Kunjungan Bupati ke pasar ini, untuk mengantisipasi lonjakan harga, serta memastikan kestabilan harga dan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) di pasaran jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.





Selain itu, Bupati Aceh Timur, juga meninjau SPBU, guna memastikan takaran BBM yang dijual kepada masyarakatnya.





"Hari ini kami meninjau SPBU Blang Bitra dan pasar Peureulak. Kami ingin memastikan bahwa stok bahan pokok aman, harga tetap terjangkau. Dan di SPBU kami menemukan takaran BBM masih dalam standar normal sehingga bisa dipastikan BBM yang dibeli masyarakat sesuai dengan takaran," ujar Bupati Al- Farlaky.





Di pasar, Bupati juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli untuk mengetahui kondisi terkini. Sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur menjadi perhatian utama.





"Alhamdulillah, sejauh ini stok mencukupi. Namun ada beberapa komoditas seperti cabe yang disuplai dari Sumatera Utara sedikit melonjak, namun menurut pengakuan pedagang harga akan normal kembali mendekati lebaran hingga pasca lebaran nanti," kata Al- Farlaky.





Al- Farlaky mengatakan menekan angka inflasi didaerah ia menyarankan untuk memberdayakan petani di daerah dengan bercocok tanam sesuai komoditas yang dibutuhkan di pasar Aceh.





"Ada hal yang menarik seperti bawang dulu disuplai dari Medan tetapi setelah jalan Blang Kejren Lokop rampung, bawang Kuta Cane bisa didatangkan ke pasar Aceh dengan harga lebih murah dibandingkan dari Medan. Ini sebenarnya upaya untuk menekan inflasi bagaimana kita menggalakkan agar petani dapat bercocok tanam di Aceh dan hasilnya tidak keluar Aceh," imbuh Al-Farlaky.


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X