KabarLiputan.id - PT Impack Pratama Industri Tbk terus mendukung penerapan green construction dan ekonomi sirkular di Indonesia.
Sehingga dalam event IndoBuildTech Expo Part 1 2026 yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City), menghadirkan inovasi pengolahan sampah plastik multilapis menjadi material bangunan berkelanjutan.
Dalam konsep ‘Thermal Waste’ yang dikembangkan bersama Arthur Elmund Architect, Impack mengajak pengunjung memahami bagaimana sampah plastik multilapis, khususnya kemasan saset yang sulit didaur ulang, dapat ditransformasikan menjadi material bangunan bernilai tambah melalui inovasi, teknologi, dan pendekatan ekonomi sirkular.
Booth Impack yang berlokasi di Hall 9 Booth 9-C-2 ini tak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga menjadi representasi nyata dari transformasi tersebut.
Fasad booth menggunakan Papan Plastik Multilapis Alduro yang dikembangkan dari sampah plastik melalui teknologi laminasi tanpa perekat berpelarut (solvent-free lamination technology). Material ini membuktikan bahwa limbah yang sebelumnya sulit didaur ulang dapat memperoleh kehidupan baru sebagai material bangunan yang kuat, fungsional, dan berkelanjutan.
Untuk menggambarkan proses tersebut, booth dirancang sebagai sebuah perjalanan yang membawa pengunjung melewati tiga zona utama, yaitu Landfill, Recycle Process, dan Result Product Display. Ketiga area ini memperlihatkan bagaimana sampah plastik bertransformasi menjadi material bangunan yang siap dimanfaatkan kembali.
Sampah plastik multilapis, terutama kemasan saset, merupakan salah satu jenis limbah yang paling sulit didaur ulang karena tersusun atas berbagai lapisan material seperti polyethylene (PE), polypropylene (PP), polyethylene terephthalate (PET), nylon, dan aluminium. Struktur tersebut membuat proses pemisahan dan daur ulang menjadi jauh lebih kompleks dibandingkan plastik plastik monomaterial.
Ajak Pengunjung Berinteraksi Langsung dengan Hasil Inovasi dalam IBT 2026
Melalui konsep ini, Impack menunjukkan bahwa tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang melalui pengembangan teknologi material yang inovatif dan diwujudkan dengan menerjemahkan proses transformasi material ke dalam pengalaman ruang yang komunikatif dan edukatif.
“Kami tidak ingin pengunjung hanya melihat deretan produk. Kami ingin mereka merasakan perjalanan sebuah material, dari sesuatu yang dianggap telah mencapai akhir siklus hidupnya menjadi solusi yang kembali memiliki fungsi dan nilai. Karena itu, setiap area dalam booth dirancang sebagai bagian dari sebuah narasi yang memperlihatkan bagaimana desain dapat menjadi media untuk menjelaskan proses transformasi tersebut,” ujar Arthur Elmund, Principal Architect Arthur Elmund Architect.
Sementara itu, Sugiarto Romeli, Direktur Keberlanjutan dan Pengembangan Produk PT Impack Pratama Industri Tbk, mengatakan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan melalui pengembangan material berbasis ekonomi sirkular.
“Bagi kami, inovasi bukan hanya menghadirkan produk baru, tetapi juga menemukan cara agar material yang sebelumnya belum dapat dimanfaatkan kembali memperoleh nilai dan fungsi baru. Sampah plastik multilapis, terutama kemasan saset, merupakan salah satu tantangan terbesar dalam proses daur ulang. Melalui riset dan pengembangan teknologi, kami berupaya mengubah tantangan tersebut menjadi peluang sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular dan green construction di industri material bangunan,” ujar Sugiarto Romeli.
Sementara itu, Papan Plastik Multilapis Alduro yang digunakan sebagai fasad booth diproduksi oleh PT Sirkular Karya Indonesia (SKI), perusahaan yang merupakan bagian dari Impack Pratama Group dan berfokus pada pengembangan material bangunan berbasis ekonomi sirkular.
Melalui brand Alduro, SKI mengolah sampah plastik menjadi Atap Alduro dan Papan Plastik Multilapis Alduro sebagai solusi material yang kuat, tahan lama, dan efisien untuk berbagai aplikasi konstruksi maupun industri.