Sedangkan Wakil Ketua ATAS Provinsi Aceh, Chairurradir SE menyampaikan, pemilihan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) berprestasi dan tendik lainnya supaya diperlombakan di tingkat provinsi.
Chairurradir juga membenarkan jika selama ini, minimnya pelatihan bagi TAS yang dilaksanakan oleh Disdik Aceh. "Kemudian jabatan di Cabdisdik Wilayah untuk Kepala Tata Usaha (KTU) utamakanlah kami yang sudah mengabdi dan bekerja di sekolah bukan dari guru," harap Chairurradir mewakili aspirasi tenaga administrasi sekolah lainnya.
Sementara itu, Marthunis selaku Kadisdik Aceh menyambut baik apa yang disampaikan teman-teman dari tenaga kependidikan, yakni tenaga tata usaha.
"Untuk guru baik yang sudah sudah memiliki sertifikasi atau belum, tentu sudah diatur dalam Undang-Undang. Masalah ada kelebihan pendapatan bagi tenaga administrasi di Cabdisdik Wilayah dengan tenaga administrasi di sekolah itu perlu dikomunikasikan lagi dengan pihak pengambilan kebijakan anggaran lainnya, baik dari legislatif maupun eksekutif," kata Marthunis.
Untuk mencari solusi yang lebih tepat sesuai harapan, ungkap Marthunis, ia juga menyarankan teman-teman dari Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) untuk menyampaikan aspirasinya ke DPRA.
Lebih lanjut, usulan untuk memperbanyak pelatihan bagi tenaga administasi sekolah,
"Disdik Aceh juga akan berupaya untuk memperbanyak pelatihan bagi tenaga administrasi sekolah sesuai anggaran yang tersedia," ungkap Marthunis.
"Untuk tendik berprestasi tahun 2025 akan diperlombakan di tingkat provinsi, karena pada anggaran perubahan tahun 2024 hanya untuk guru dan Kepala SMA, SMK dan SLB saja yang bisa diakomodir, dan persoalan seperti SK Normalisasi akan kami pelajari kembali," ucap Marthunis.(*)