• Rabu, 8 Juli 2026

Perbaiki Jembatan Darurat di Gunung Putus, Muspika Peunaron Berlakukan Buka - Tutup

Photo Author
Redaksi, Kabarliputan.id
- Senin, 19 Januari 2026 | 04:52 WIB
Camat Peunaron, Muhammad, meninjau jembatan darurat yang terbuat dari batang kelapa di Gunung Putus, Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, baru-baru ini. Foto Humas Kantor Camat Peunaron
Camat Peunaron, Muhammad, meninjau jembatan darurat yang terbuat dari batang kelapa di Gunung Putus, Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, baru-baru ini. Foto Humas Kantor Camat Peunaron


Jurnalis: Ardiansah





KabarLiputan.id - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Muspika Peunaron dan aparatur desa akan membongkar dan memperbaiki kembali jembatan darurat yang dibangun pasca banjir bandang 26 November lalu.





Lokasinya di Jalan Lintas Provinsi Aceh, persis diperbatasan antara Desa Seumanah Jaya Kecamatan Peunaron dengan Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. Proses pengerjaan mulai dilakukan Senin 19 Januari 2026. Diperkirakan akan selesai setelah sepekan dikerjakan.





"Alat berat sesuai arahan Bupati Aceh Timur telah didatangkan pihak BNPB. Mudah-mudahan selesai dalam sepekan," kata Camat Peunaron, H. Muhammad, S.Pd.I, MA, Senin (19/1/2026).





Berdasarkan analisa pekerjaan, lanjut alumni Pascasarjana IAIN Sumut ini, pengerjaan akan memakan waktu diatas enam hari. "Untuk hari Rabu 21 Januari, kita akan berlakukan buka tutup dari dua arah, sehingga pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan tidak membahayakan pengguna jalan," sebut putra asli Idi Cut ini.





Pekerjaan meliputi, sambungnya, pemasangan Aramco bantuan Kodim 0104/Aceh Timur. "Pemasangan itu akan membutuhkan waktu hingga 12 jam. Demi kelancaran dan keselamatan, maka kita sepakati, akses lintas Lokop-Pereulak di lokasi gunung putus pada Rabu 21 Januari ini akan kita tutup mulai pukul 08:30 Wib hingga selesai pengerjaan," sebut H. Muhammad.





Berbagai jenis kendaraan, sambungnya, diharapkan dapat beraktivitas seperti biasa setelah pemberlakukan buka-tutup. "Untuk mempercepat pengerjaan, maka kami ikut bergotongroyong bersama aparatur desa dan masyarakat di lokasi," sebut Muhammad.


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X