Sebagaimana diketahui, sebelumnya jembatan yang terputus akibat bencana alam ini juga telah di perbaiki oleh Bupati Aceh Timur, Muspika Peunaron dan masyarakat menggunakan batang pohon kelapa. Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama, karena pohon kelapa yang di gunakan amblas dan tidak mampu menahan tonase kendaraan bermuatan sawit.
"Kami apresiasi unsur BNPB, TNI/Polri serta aparatur desa serta para donatur yang sudah berpartisipasi dalam pembangunan jembatan darurat ini. Kami juga ucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Aceh Timur yang sudah mengarahkan kami dalam mengawasi dan membina wilayah kerja kami selama ini," pungkas Muhammad. (*)