• Rabu, 8 Juli 2026

Pj Bupati Aceh Timur Gelar Pertemuan dengan BKSDA Aceh Terkait Penanganan Konflik Gajah dan Harimau

Photo Author
Redaksi, Kabarliputan.id
- Jumat, 7 Februari 2025 | 17:00 WIB
Penjabat (Pj) Bupati Aceh Timur, Amrullah M Ridha, menggelar pertemuan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, terkait penanganan gangguan Harimau dan Gajar liar yang terjadi di sejumlah Kecamatan di Aceh Timur, Kamis (7/2/2025).
Penjabat (Pj) Bupati Aceh Timur, Amrullah M Ridha, menggelar pertemuan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, terkait penanganan gangguan Harimau dan Gajar liar yang terjadi di sejumlah Kecamatan di Aceh Timur, Kamis (7/2/2025).


KabarLiputan.id, ACEH TIMUR - Penjabat (Pj) Bupati Aceh Timur, Amrullah M Ridha, menggelar pertemuan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, terkait penanganan gangguan Harimau dan Gajar liar yang terjadi di sejumlah Kecamatan di Aceh Timur, Kamis (7/2/2025).





Juru Bicara Pemkab Aceh Timur, Muntasir Ramli mengatakan, Penjabat Bupati Aceh Timur, Amrullah M Ridha, telah menggelar pertemuan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh sebagai wujud respon terhadap keluhan warga, terkait gangguan Harimau dan gajah liar di empat Kecamatan di Aceh Timur.





Berdasarkan data Pemkab Aceh Timur, menunjukkan bahwa tiga kecamatan mengalami gangguan harimau, yaitu Kecamatan Indra Makmur, Nurussalam, Pante Bidari, dan satu Kecamatan di Peunaron terjadi gangguan gajah liar. BACA JUGA : Kawanan Gajah Masuk Kebun Warga di Peunaron tidak Jauh dari Pemukiman





“Dalam pertemuan tersebut perwakilan BKSDA Aceh mengatakan, mereka sudah menurunkan dua tim dan saat ini tim sedang bekerja dan berupaya dengan memasang dua perangkap harimau di kawasan Indra Makmur, dan menangani gajah di Peunaron," ungkap Muntasir.





Lanjutnya, BKSDA Aceh, meminta dukungan dari Pemkab Aceh Timur agar ikut menangani persoalan tersebut secara komprehensif. Baca juga : Harimau Diduga Kembali Terkam Ternak Warga Indra Makmur





“Dia menyebutkan bahwa serangan harimau dan gajah liar sering terjadi sepanjang Januari dan Februari 2025. Sebanyak 7 hewan ternak mati milik warga akibat diterkam oleh harimau dan 50 Ha, perkebunan warga dirusak oleh gajah liar di Peunaron dan menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah. Oleh sebab itu, diimbau kepada warga peternak agar mengkandangkan ternak sementara waktu,” ujar Muntasir.





Baca halaman selanjutnya>>>


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini

Warga Seumanah Perjuangkan kembali Tanah Leluhur

Selasa, 30 Juni 2026 | 00:33 WIB
X