Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa koordinasi lintas lembaga, perencanaan yang matang, dan disiplin dalam penerapan standar keselamatan mampu menjaga kelancaran operasional bahkan di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.
Sementara itu, armada PIS lainnya, yakni VLCC Pertamina Pride, masih berada di kawasan Teluk Arab dan tengah menjalani tahap persiapan untuk melakukan pelayaran.
Perusahaan terus mengevaluasi perkembangan situasi keamanan, lalu lintas pelayaran, serta berbagai risiko lainnya sebelum menentukan waktu keberangkatan.
“Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman,” pungkas Vega.