• Rabu, 8 Juli 2026

Hutan Rawa Gambut Banyak Penyusutan Karena Alih Fungsi, Ini Rekomendasi AWF Kepada Pemkab Bireuen

Photo Author
Fadel Muhammad, Kabarliputan.id
- Selasa, 7 Januari 2025 | 17:53 WIB



Penyusutan sebagai besar disebabkan oleh pengalihan fungsi lahan untuk kepentingan pertanian, pemukiman dan perkebunan hingga lahan rawa makin menyusut alias mengecil.





"Kami ingin menyampaikan hasil survei dan kajian ini kepada pemerintah Kabupaten Bireuen untuk dapat merespon dan menanggapi data dan fakta tersebut," ungkap Yusmadi.





Tim survei dan pemetaan AWF Habib Dwi Siga juga menyampaikan 10 rawa di Bireuen yang sudah di Survei yaitu Rawa Paku dan Kolam Sapi Kecamatan Simpang Mamplam, rawa Paya Cut, rawa Geudeubang dan Paya Jagat Kecamatan Jeumpa Sedang, Rawa Umpung Kecamatan Peusangan Selatan, Paya Kareung Kecamatan Kota Juang, Payanie Kecamatan Kutablang, Paya Mesjid Paya Gub Kecamatan Makmur.





Habib menjelaskan akibat pengalihan fungsi rawa-rawa tersebut berdampak pada Kerusakan ekosistem Lahan basah memiliki fungsi ekologis yang penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem juga perubahan kondisi lahan basah dapat berdampak pada keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya.





Dikhawatirkan dan nahas lahan basah yang menyimpan banyak manfaat berada di bibir jurang ancaman perubahan iklim ekstrem.





Dampak perubahan iklim dirasakan oleh manusia yang tinggal di lahan basah seperti di kawasan sungai. Perubahan curah hujan dan cuaca memengaruhi sungai dan daerah sekitarnya seperti kekeringan dan juga berkurangnya ketersediaan air bersih. Padahal, lahan basah kerap kali dijadikan komponen untuk memutar roda perekonomian masyarakat.





Selain itu, katanya, adanya aktivitas Galian C dan perkebunan sawit, pengerukan tanah di sekitar kawasan rawa juga menjadi penyebab penyusutan luas rawa.





Seperti yang terjadi di sekitar Rawa Geudeubang di Gampong Blang Rheum, Kecamatan Jeumpa, Bireuen sekitar kawasan itu ada aktivitas Galian C.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Fadel Muhammad

Tags

Terkini

X