• Rabu, 8 Juli 2026

Hutan Rawa Gambut Banyak Penyusutan Karena Alih Fungsi, Ini Rekomendasi AWF Kepada Pemkab Bireuen

Photo Author
Fadel Muhammad, Kabarliputan.id
- Selasa, 7 Januari 2025 | 17:53 WIB




“Karena itu , kita berharap Pemkab Bireuen tak mengeluarkan rekomendasi untuk Galian C di sekitar kawasan rawa yang ada di Bireuen,” harapnya.





Disebutksn juga Perubahan kondisi lahan basah juga akan berdampak besar bagi keanekaragaman hayati yang menggantungkan hidup di ekosistem tersebut.





Pasalnya, sekitar 40% spesies tumbuhan dan hewan di dunia bergantung pada lahan basah. Indonesia sendiri menjadi salah satu area penting untuk burung air pendatang atau penetap. Hutan bakau atau mangrove menjadi salah satu lahan basah favorit burung-burung untuk bersarang, mencari makan, dan berlindung.





Berdasarkan temuan tersebut, Aceh Wetland Foundation merekomendasikan beberapa langkah yang harus segera diambil untuk melindungi dan melestariskan kawasan rawa di Kabupaten Bireuen.





1. Penegakan hukum yang lebih tegas, Pemkab Bireuen diminta untuk memperkuat penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam konservasi lahan yang melanggar peraturan tentang kawasan perlindungan rawa.





2. Restorasi ekonomi rawa, Kawasan Rawa yang telah telah terdegradasi perlu segera direhabilitasi untuk memulihkan fungsinya sebagai penyimpan air dan habitat margasatwa. Program restorasi ekosistem harus menjadi prioritas untuk menjaga keberlangsungan ekosistem paya.











3. Penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan rawa mengenai pentingnya menjaga ekosisten rawa dan fungsi ekologisnya. Kolaborasi dengan masyarakat lokal sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan mendukung pelestarian kawasan.


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Fadel Muhammad

Tags

Terkini

X