“Kehadiran Bapak Menteri dan Kepala BNPB menjadi penyemangat bagi masyarakat kami yang sedang menghadapi musibah. Ini juga menunjukkan bahwa pemerintah pusat hadir dan serius dalam memastikan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana berjalan dengan baik,” ujar Al-Farlaky.
Bupati Al-Farlaky turut menyampaikan kondisi terkini serta perkembangan program pemulihan dan rehabilitasi-rekonstruksi pascabencana di Aceh Timur. Khusus Gampong Sahraja, ia menyebutkan sebanyak 233 kepala keluarga terdampak banjir, menjadikannya salah satu wilayah terparah.
Bupati menjelaskan bahwa bantuan pascabencana telah disalurkan melalui jalur sungai dan udara menggunakan helikopter. Pembangunan hunian sementara juga terus dipacu dan sebagian sudah ditempati warga.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memohon dukungan alat berat kepada Mendagri, dan BNPB untuk membuka akses jalan yang masih tertimbun lumpur, serta membangun akses jembatan gantung.
Usai mendampingi kunjungan Mendagri, Bupati Al-Farlaky kembali meninjau dusun-dusun di Sahraja dan berdialog langsung dengan warga.
“Kami ingin memastikan seluruh data warga terdampak tercatat. Tidak boleh ada yang tertinggal. Kami minta perangkat gampong mengecek kembali agar semua bisa menerima bantuan hunian sementara,” tegasnya.
Kepada masyarakat, Bupati Al-Farlaky mengimbau agar tetap bersabar dan menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja maksimal untuk pemulihan.