“Dari total anggaran Aceh, 73 persen masih bergantung pada dana transfer seperti Dana Otsus dan DBH. Ketika dana pusat terlambat aktivitas ekonomi langsung melambat. Kita harus mengubah pola pembangunan ekonomi masyarakat Aceh,” kata Fadhlullah.
Terkait pembangunan pusat kakao, ia menekankan agar program ini dijalankan secara serius dan tidak berhenti pada proyek percontohan.
“Kalau memang serius, ayo manfaatkan lahan-lahan tidur di Aceh Timur. Suatu saat nanti, kalau orang ingin makan cokelat, datanglah ke Aceh Timur, karena disini akan penuh dengan kebun kakao,” ujarnya optimistis.
Wagub juga menyatakan dukungan penuh Pemerintah Aceh terhadap penguatan sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan sebagai bagian dari kebijakan pembangunan yang telah disusun dalam Musrenbang tahun ini.
“Kami ingin Aceh bangkit dari kekuatan yang dimilikinya sendiri. Pertanian adalah kekuatan kita, dan kami siap memberikan dukungan maksimal,” tutup pria yang akrab disapa Dek Fadh.[Ardiansah]