Upaya tersebut juga didorong melalui kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), pemerintah, lembaga usaha, serta sektor perbankan.
Dalam sesi diskusi, Bendahara PW ISNU Aceh Arkin turut memberikan pandangan bahwa penguatan kemandirian ekonomi ISNU menjadi salah satu fokus strategis dalam menyongsong abad kedua Nahdlatul Ulama.
Menurut dia, ISNU memiliki peran sebagai “sarjana penggerak” yang menjembatani keilmuan dengan aksi nyata untuk memberdayakan ekonomi warga Nahdlatul Ulama (nahdliyin) dan organisasi.
Ia menjelaskan bahwa penguatan tersebut dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia berbasis keilmuan, seperti pelatihan teknis, literasi keuangan, serta manajemen usaha bagi warga nahdliyin.
Selain itu, ISNU Aceh juga mendorong penguatan tradisi akademik melalui pembuatan dan pengembangan jurnal ilmiah ISNU Aceh sebagai wadah publikasi gagasan, hasil riset, serta praktik pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh para sarjana Nahdlatul Ulama.
“Setiap kegiatan pelatihan dan penguatan kapasitas yang dilakukan ISNU Aceh diharapkan tidak hanya menghasilkan program pemberdayaan, tetapi juga melahirkan karya ilmiah dan publikasi dalam bentuk jurnal,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Sekretaris PC ISNU Aceh Besar Syauqi Fadhlil Khalid, Ketua PC ISNU Aceh Timur Asrul, serta sejumlah pengurus ISNU Aceh Timur.