kabar-utama

Korban Pembacokan Ngadu ke Haji Uma Karena Tak Bisa Berobat tanpa BPJS, Haji Uma Langsung Telepon Direktur Rumah Sakit

Rabu, 4 Juni 2025 | 10:58 WIB
Korban Pembacokan Ngadu ke Haji Uma Karena Tak Bisa Berobat tanpa BPJS, Haji Uma Langsung Telepon Direktur Rumah Sakit


KabarLiputan.id, ACEH TIMUR -
Seorang pemuda bernama Abuzar (34), warga Gampong Pusong, Kota Lhokseumawe, menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh FJ, warga setempat. Dalam kondisi luka parah, dengan otot dan peregangan tangan yang nyaris putus, Abuzar mengadu kepada Anggota DPD RI, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, karena tidak bisa mendapatkan perawatan medis akibat tidak memiliki jaminan BPJS.





Peristiwa pembacokan terjadi secara tiba-tiba pada 20 Mei 2025. Korban mengaku tidak memiliki permasalahan pribadi ataupun dendam dengan pelaku. Abuzar, yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan, menyampaikan bahwa ia tidak pernah terlibat konflik dengan siapa pun karena lebih banyak menghabiskan waktu melaut.





Menurut keterangan korban, saat itu ia sedang berjalan kaki dan tiba-tiba dipanggil oleh pelaku. Namun, ketika korban mendekat, pelaku langsung membacok pergelangan tangannya.





Akibat kejadian tersebut, Abuzar mengalami luka parah dan sempat ditolak oleh dua rumah sakit di Lhokseumawe karena tidak memiliki jaminan kesehatan seperti BPJS. Dengan kondisi luka terbuka yang hanya dibalut kain seadanya dan tanpa penanganan medis, Abuzar akhirnya mendatangi kediaman Haji Uma di Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, pada Senin, 2 Juni 2025. Ia datang membawa surat pengantar dari kepala desa untuk meminta bantuan pengobatan.





Saat itu, Haji Uma sedang dalam perjalanan menuju Aceh Singkil. Melalui sambungan video call dengan keluarga korban, ia melihat langsung kondisi luka parah di tangan Abuzar, yang mengalami dua sayatan besar dengan kedalaman hampir 3 inci.





“Saya sangat prihatin melihat kondisi korban. Tangan yang nyaris putus itu hanya dibalut kain biasa, tanpa perawatan medis. Ini jelas sangat membahayakan,” ujar Haji Uma.





Menanggapi kondisi tersebut, Haji Uma langsung menghubungi Direktur RS Arun Lhokseumawe, dr. Januar, dan meminta agar pihak rumah sakit segera memberikan penanganan medis kepada korban.


Halaman:

Tags

Terkini

Warga Seumanah Perjuangkan kembali Tanah Leluhur

Selasa, 30 Juni 2026 | 00:33 WIB